Apakah pantas bagi
seseorang yang bukan merupakan pakar di bidang persoalan sosial dan ekonomi
mengemukakan pandangannya berkaitan dengan sosialisme? Karena berbagai alasan,
saya yakin hal itu pantas saja dilakukan.
Pertama-tama marilah kita menganalisa pertanyaannya dari sudut pandang ilmu
pengetahuan ilmiah. Terlihat memang tidak ada perbedaan metodologi yang
esensial antara astronomi dan ekonomi: ilmuwan dari kedua disiplin ilmu itu
mencoba untuk menemukan hukum-hukum umum yang dapat diterima sebagai sekelompok
alasan yang dapat menjelaskan suatu fenomena dalam rangka untuk menghubungkan
fenomena-fenomena tersebut dengan sejelas-jelasnya. Tapi pada kenyataannya
beberapa perbedaan metodologi memang ada. Penemuan hukum-hukum umum dalam
bidang ekonomi disulitkan oleh keadaan dimana pengamatan gejala-gejala ekonomi
sering dipengaruhi oleh banyak faktor yang juga sangat sukar untuk dievaluasi
secara terpisah. Selain itu, pengalaman yang telah terakumulasi sejak awal masa
yang dikenal dengan periode ‘peradaban dari sejarah umat manusia’ telah banyak
dipengaruhi dan dibatasi oleh sebab-sebab yang tidak bertujuan ekonomi semata.
Contohnya, sebagian negara-negara besar dalam sejarah menunjukkan eksistensinya
dengan menjajah. Para penjajah tersebut mengokohkan dirinya, baik secara hukum
dan ekonomi, sebagai kelas yang istimewa pada negara yang dijajahnya. Mereka
menetapkan secara sepihak monopoli kepemilikan tanah dan menunjuk seorang
pemuka agama dari golongan mereka sendiri.



