Rabu, 30 November 2011

Aliran Syiah

A. Sejarah Aliran Syiah
Aliaran syiah pada dasarnya telah kelihatan benih – benih ajaaraannya setelah Nabi Muhammad SAW wafat masyarakat menjadi rancuh dan gelisah di sertai bingung oleh karena tidak ada lagi pemimpin pada saat itu. Kemudian masyarakat yakni kaum anshar berupaya mencari jalan keluar atau penyelesaian permasalahn tersebut. Pada saat itu masyaraakat atau kaum anshar merasa atau berfikir bahwa kaum muhajrin akan kembali ke Mekah setelah pemimpin ummat islam Rasulullah wafat . Sehingga kaum anshar melakukan musyawarah yaang tidak di ketahui oleh kaum a muhajrin pada saat itu, yang di laksankan di Tsaqifah Bani Sa’idah, dalam musyawarah tersebut kaum anshar menunjuk atau mencalonkan Sa’ad ibn ‘Ubadah ( Suku Khazrja ) dan hampir menjadi pengganti Rasulullah. Pada saat itu kaum Muhajrin mengetahui hal tersebut sehingga berangkatlah Abu Bakar, Umar menuju Tsaqifah Bani Sa’idah sebagai wakil dari kaum muhajrin. Hasil yang tercapai adalah terpilihnya Abu Bakar sebagai Khalifah pertama yang menggantikan Rasulullah sebagai pemimpin atau kepala Negara.
Benih – benih ajaran syiah adalah dengan adanya beberapa orang yang tetap menolak jika Abu Bakar sebagai kepala Negara. Akan tetapi penolakan itu tidak terliahat hanya dalam kesan - kesan yang tersirat. Aliran syiah sesungguhanya muncul pada masa wafatnya Khalifah ketiga yakni Khalifah Usman Ibn Affan yang banyak orang yang menginidentifikasikan secara langsung maupun tidak langsung bahwa Ali Ibn Abi Thalib adalah bagian dari penyebab terbunuhnya kahlifah Usman Ibn Affan. Orang yang terlibat secara tidak langsung atau langsung kebanyakan dari Mesir. Pasca terbunuhnya Kahalifah Usman, Ali mendapat paksaan dari masyarakat agar menjadi khalifah , akan tetapi di tolak oleh Ali namun karena paksaan yang terus menerus oleh masyarakat sehinnga Ali pun menerima untuk menjadi khalifah yang ke empat setelah wafatnya Rasulullah SAW.
Aktor intelektual di belakang syiah sesat ini tidak lain adalah Abdullah bin Saba` yang dalam sejarah otentik terbukti menjadi provokator di wilayah- wilayah Islam. Dia telah menyebarkan fitnah, berita bohong, kebencian kepada para shahabat serta paham yang merusak. Dia tidak lain adalah yahudi Yaman yang berpura-pura masuk Islam. Identitas keyahudiannya sangat menonjol ketika dia mengajarkan tentang imam yang akan muncul (raj`ah), tidak mati, menjadi raja di bumi, mengathui apa yang tidak diketahui orang dan lain-lain. Ini tidak lain berakar pada paham yahudi, agama yang dipeluknya masih diakuinya bahwa selama ini dia masih beragama yahudi.
Ali bin Abi Thalib sendiri sebagai tokoh yang dijadikan umpan oleh Abdullah bin Saba` untuk memunculkan konflik di antara para shahabat, bukan tidak tahu ulahnya. Bahkan Ali bin Abi Thalib sendiri yang berkehendak untuk membunuhnya. Namun atas nasehat dari Abdullah bin Abbas, musuh islam itu tidak jadi dibunuh namun di buang ke Madain.
Sosok Abdulah bin Saba` oleh para pengikut fanatik syiah sering dikabur- kaburkan dan dengan segala argumentasi mereka mengatakan bahwa Abdullah bin Saba` adalah tokoh fiktif serta sekedar tokokh rekaan musuh- musuh syiah. Padahal sejarah dunia telah mengenal sosok ini dengan beragam ulahnya meski mereka memungkiri dengan berbagai dalih.
Syi`ah adalah kelompok aliran aqidah yang secara umum menyimpang dari aqidah Ahlussunnah wal jamaah. Di dalam tubuh syi`ah sendiri ada banyak sekte dan pecahan. Diantaranya yang paling terkenal adalah Syi`ah Imamiyah atau Syi`ah imam 12.
Penyimpangan Aqidah
Meski latar belakang awal mula berdirinya lebih merupakan masalah politis, namun pada perkembangan berikutnya, kelompok Syiah berkembang menjadi sebuah paham aqidah tersendiri yang menyimpang. Penyimpangan itu bila disimpulkan antara lain :
1. Sekte Sabaisme dalam Syiah berkeyakinan bahwa Jibril salah menurunkan wahyu kepada Muhammad, seharusnya kepada Ali bin Abi Thalib.
2. Mereka memiliki mushaf Al-Quran versi mereka sendiri yang isinya tidak sama dengan mushaf yang dikenal sekarang ini. Kulaini menjelaskan dalam bukunya Al-Kafi bahwa Ja`far Shodiq berkata, Kami mempunyai mushaf Fathimah. Sebuah mushaf yang isinya seperti Al-Quran kalian 3 kali. Demi Allah, tidak ada satu huruf pun isinya dari Al-Quran kalian.
3. Mereka meyakini bahwa imam mereka ada 12 dan semuanya memiliki mukjizat seperti Nabi dan telah diberi wasiat dan rahasia ajaran Islam. Sehingga mereka berhak menerangkan ajaran Islam yang orang lain tidak diberitahu menjadi rahasia mereka sendiri. Mereka yakin bahwa para imam itu dititipi ilmu oleh Rasulullah SAW untuk menyempurnakan syariat. Tidak ada perbedaan antara imam dengan Rasulullah SAW kecuali bahwa Rasulullah SAW menerima wahyu.
4. Para imam itu diyakini berada pada derajat ma`shum yang tidak mungkin berdosa dan terpelihara dari segala kesalahan, kelalaian serta dosa-dosa baik besar atau kecil.
5. Mereka meyakini bahwa imam mereka yang ke-12 sedang ghaibah (menghilang) ke dalam sebuah gua di Samara (surro man ra`a), sebuah kota kecil di Iraq dekat sungai Tigris utara Baghdad. Suatu hari nanti imam ke-12 itu akan muncul lagi (roj`ah). Karena itu sekarang setiap ba`da maghrib mereka rajin berdiri di pintu gua bahkan menyediakan sebuha kendaraan untuk pergi. Perbuatan ini terus berlangsung tiap malam.
6. Harapan mereka imam itu akan datang untuk memenuhi keadilan sebagaiman bumi sedang dipenuhi dengan kekejaman dan kezoliman. Imam ke-12 ini juga akan melacak lawan-lawan syiah sepanjang sejarah.
7. Dalam menyebarkan paham yang sesat seperti ini senjata andalan mereka adalah TAQIYAH, yaitu siasat berbohong dan menyembunyikan sementara inti ajaran mereka dan identitas aqidah mereka sehingga orang mengira apa yang mereka ajarkan itu sesuai dengan aqidah mereka sebelumnya. Saat orang-orang itu sudah percaya dan bertambah taat, baru identitas asli ajaran mereka dibenamkan. Karena itu semua fakta yang kami sampaikan disini pasti tidak ada satupun yang mereka akui. Mereka punya seribu satu macam cara untuk mengingkari fakta-fakta ini, karena mereka punya prinsip taqiyah. Sehingga orang-orang awam yang sebelumnya sudah paham tentang sesatnya syiah akan berbalik menjadi pembelanya. Senjata ini benar-benar ampuh untuk memperdaya generasi muda Islam yang ilmu sejarahnya dangkal dan wawasannya sempit.
8. Salah satu daya tarik mereka untuk mencari pendukung adalah fasilitas kawin mut`ah atau kawin kontrak. Hakikatnya tidak lebih dari pelacuran yang diberi kemasan agama. Dengan beragam dalih, mereka menghalalkan zina seperti ini. Memang sejarahnya, Rasulullah SAW pernah membolehkan nikah mut`ah, namun setelah itu dilarang secara total dan hukumnya dinasakh. Semua shahabat dan para ahli ilmu sepakat bahwa mut`ah itu telah diharamkan Allah selamanya. Oleh kelompok syiah, nikah seperti ini dibolehkan dan menjadi salah satu pesona dan daya tarik buat mereka yang suka zina.
Mereka juga memiliki hari raya yang lebih mereka hormati dari Idul Fithri dan Idul Adha, yaitu hari raya Ghadir Khom. Selain itu mereka juga mengagungkan hari raya Nairuz, hari raya agama majusi penyembah api. Juga hari raya tanggal 9 Rabiul Awwal sebagai hari raya ¡®bapak¡¯ mereka, Abu Lu`lu`ah. Abu Lu`lu`ah adalah orang yang berhasil membunuh Umar bin Al-Khattab.
9. Kebencian mereka kepada para sahabat Nabi dan mengatakan mereka berdosa telah merampas khilafah dari Ali bin Abi Thalib. Sebagian syiah malah mengkafirkan para shahabat Nabi radhiyallahu anhum. Sebaliknya mereka mengagungkan ahlul bait atau keluarga nabi. Ahlul bait ini adalah para shahabat nabi yang utama, tetapi oleh kelompok syiah ini, ahlul bait diseret-seret masuk dalam perangkap aqidah mereka, sehingga seolah-olah antara ahlul bait dengan shahabat yang lain ada pemisah dan permusuhan.
Padahal di zaman para shahabat, syiah yang sesat seperti ini belum lagi muncul. Bahkan Hasan dan Husein serta Ali Zaenal Abidin yang sering mereka klaim sebagai imam mereka pun tidak tahu menahu dengan ulah syiah sesat ini.
Kesimpulan : - Syiah sendiri terdiri dari banyak sekte dan pecahan. - Ahlul Bait ( Keluarga Rosulullah SAW ) bukanlah pengikut Syiah Sesat, karena Khalifah Ali bin Abi Tholib pun pernah berkehendak membunuh pendiri Syiah Sesat ini.



Artikel Terkait..:

Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar