Sabtu, 11 Agustus 2012

Pengertian kehamilan dan Kehamilan primigravida.


Kehamilan merupakan hasil konsepsi antara ovum (sel telur) dan sperma (sel mani) yang disebut nidasi hasil konsepsi. Lamanya kehamilan mulai dari ovulasi sampai partus adalah kira-kira 280 hari atau 42 minggu dan tidak lebih dari 300 hari, tetapi kadang-kadang suatu kehamilan berakhir sebelum waktunya dan ada kalanya melebihi waktu yang normal. Berakhirnya kehamilan menurut usia kehamilan berlangsung dibagi dalam:

a.       Kehamilan 24 – 36 minggu terjadi persalinan premature.
b.      Kehamilan 37 – 42 minggu disebut aterm.
c.       Kehamilan melebihi 42 minggu disebut serotinus.
Ditinjau dari kehamilan, kehamilan dibagi menjadi tiga bagian masing-masing kehamilan trimester I yaitu antara 0 – 12 minggu, kehamilan trimester II yaitu antara 13 – 28 minggu dan kehamilan trimester iii yaitu antara 29 – 42 minggu. Pada setiap wanita hamil perlu diadakan suatu pengawasan dan pemeriksaan kehamilan yang teratur untuk menyediakan kondisi fisik dan mental sebaik-baiknya serta menyelamatkan ibu dan anak dalam kehamilan sampai kelahiran sehingga pada saat melahirkan dan setelah melahirkan kondisi ibu dan anak tetap sehat. Pada umumnya pemeriksaan kehamilan dilakukan empat kali selama kehamilan yaitu satu kali pada trimester pertama, dua kali pada trimester kedua dan satu kali lagi pada trimester ketiga (Prawirohardjo, 1996).
Kehamilan primigravida.
Primigravida adalah ibu yang pertama kali hamil. Kehamilan (graviditas) dimulai dengan konsepsi (pembuahan) dan berakhir dengan permulaan persalinan. Kehamilan adalah suatu krisis maturasi yang dapat menimbulkan stress tetapi berharga karena wanita tersebut menyiapkan diri untuk memberi perawatan dan mengemban tanggung jawab yang lebih besar. Seiring persiapannya untuk menghadapi peran baru, wanita tersebut mengubah konsep dirinya supaya ia siap menjadi orang tua. Setelah bertahap ia berubah dari seseorang yang bebas dan berfokus pada diri snediri menjadi seorang yang seumur hidup berkomitmen untuk merawat seorang individu lain. Pertumbuhan ini membutuhkan penguasaan tugas-tugas perkembangan tertentu : menerima kehamilan, mengidentifikasi peran ibu, mengatur kembali hubungan antara ibu dan anak serta antara dirinya dan pasangannya, membangun hubungan dengan anak yang belum lahir dan mempersiapkan diri untuk menghadapi pengalaman melahirkan (Bobak dkk, 2005).
Kehamilan melibatkansemua anggota keluarga karena konsepsi merupakan awal, bukan hanya bagi janin yang sedang berkembang tetapi juga bagi keluarga yakni dengan hadirnya seorang anggota keluarga baru dan terjadinya perubahan hubungan dalam keluarga, maka setiap anggota keluarga harus beradaptasi terhadap kehamilan dan menginterpretasinya berdsarakan kebutuhan masing-masing (Grossm 1980 dalam Bobak 2005).
      Tanda-tanda kehamilan (Manuaba, 1998).
a.       Tanda dugaan/tidak pasti kehamilan.
Tanda ini meliputi tidak datang bulan (amenorhoe), perubahan pada buah dada, perasaan mengidam, gangguan pencernaan (perasaan mual di waktu pagi/morning sickness), gangguan perkemihan (sering buang air kemih), perubahan pigmentasi kulit, hipersalivasi, pergerakan janin yang pertama, membesarnya perut.                
b.      Tanda kemungkinan hamil.
Tanda ini meliputi perut membesar, tanda Hegar, Chadwick, Piscaseck, Ballotemen, Barxton Hicks dan reaksi pemeriksaan kehamilan positif.
c.       Tanda pasti kehamilan.
Melalui pemeriksaan USG diketahui fetal plate, kantong gestasi, rahim membesar, dengan motode konvensional kepastian hamil bila teraba bagian janin, terdengar detik jantung janin, teraba gerakan janin.
    Pengawasan kehamilan.
Pengawasan kehamilan (ante natal) terbukti mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam upaya meningkatkan kesehatan mental dan fisik kehamilan, untuk menghadapi persalinan. Dengan pengawasan hamil dapat diketahui berbagai komplikasi ibu yang dapat mempengaruhi kehamilan atau komplikasi hamil sehingga segera dapat diatasi. Yang tidak mungkin dapat diatasi segera dirujuk ke tempat yang lebih lengkap peralatannya sehingga mendapat perawatan yang optimal (Manuaba, 1998).
Tujuan perawatan antenatal adalah mengenal dan menangani sedini mungkin penyakit yang di dapat saat kehamilan, saat persalinan dan masa nifas, memberikan nasihat yang berkaitan dengan kehamilan, persalinan, nifas, laktase dan KB, menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu perinatal.
    Pengawasan berdasarkan usia kehamilan.
Diharapkan ibu hamil dapat melakukan pemeriksaan antenatal sebagai berikut : trimester pertama (0-12 minggu) dan trimester kedua  (13-28 minggu) setiap bulan sekali dengan rancangan pemeriksaan meliputi anamnesa untuk mengetahui keadaan normal dan keluhan kehamilan, pemeriksaan fisik (umum, khusus, tambahan) sehingga dari pemeriksaan ini didapatkan kesimpulan tentang kehamilan seperti adanya penyakit yang mempengaruhi kehamilan, komplikasi kehamilan, rencana untuk pengobatan penyakit dan menghindari komplikasi kehamilan, pemberian vitamin, obat khusus dan imunisasi tetanus I, nasihta diet tentang empat sehat lima sempurna. Trimester ketiga (28 – 40 minggu) setiap dua minggu sekali atau setiap minggu sampai ada tanda kelahiran. Dengan rancangan pemeriksaan meliputi anamnesa untuk mengetahui keadaan normal dan keluhan kehamilan trimester III, pemeriksaan fisik (umum, khusus, tambahan) sehingga dari pemeriksaan ini didapatkan kelainan seperti adanya penyakit yang menyertai kehamilan, komplikasi kehamilan trimester ketiga, diet empat sehat lima sempurna, rencana pengobatan, nasihat tentang tanda-tanda inpartu, kemana harus datang melahirkan. Jadi pemeriksaan ante natal care dilakukan sebanyak empat kali sudah cukup sebagai kasus tercatat yaitu satu kali pada triwulan kedua dan dua kali pada triwulan ketiga.
    Komplikasi pada kehamilan.
Pada beberapa wanita ada kemungkinan mengalami penyimpangan dalam perjalanan kehamilannya. Ada beberapa komplikasi yang dialami seorang wanita hamil. Komplikasi  ini dapat dibagi sesuai  masa kehamilannya yaitu kehamilan muda dan kehamilan trimester ketiga. Komplikasi kehamilan muda seperti hiperemisis gravidarum, keguguran kandungan, kehamilan dengan degenerasi penyakit trofoblas, kehamilan di luar kandungan (kehamilan ektopik). Sedangkan  komplikasi kehamilan trimester ketiga seperti persalinan prematuritas, kehamilan ganda (kembar) kehamilan dengan perdarahan (plasenta previa, solusio plasenta, perdarahan sinur marginalis, perdarahan vasa previa), kehamilan dengan ketuban pecah dini, kehamilan dengan kematian janin dalam rahim, kehamilan lewat waktu dan kehamilan dengan preeklampsia dan eklampsia (Manuaba, 1999).


Artikel Terkait..:

Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar