Orang Bijak berkata:…
"Negara terburuk adalah Negara tempat
terhimpunnya segala kerendahan dan tempat diwariskannya segala penyakit."
Akhirnya ku bisa
menjadi seorang gubernur, jabatan yang selama ini ku idam-idamkan, yah.. walaupun
dengan perjuangan kurang lebih dua tahun, dan dengan banyak menghamburkan uang,
tapi itu tentunya tak jadi masalah bagiku.. tak main-main profesi ini,
kemana-mana aku akan dikawal, tak akan ada lagi kata macet bagiku, pulpen dan
tasku tentunya akan di bawa oleh pengawalku, setiap komentarku pasti akan
dikutip jangankan komentar setiap langkahku pun akan di perhatikan oleh orang
banyak terutama para awak media, itu sebabnya dimana-mana aku harus selalu
keliatan rapi, selalu tersenyum, tanganku pun harus selalu melambai kepada
mereka para rakyatku, sebuah perilaku yang selalu dimiliki para pejabat, walaupun dalam hati ini merasa kesusahan
menyapa para rakyat tapi aku harus tampil sempurna dan tak tampak susah di
hadapan mereka, senyum sapa dan selalu berjabat tangan dengan mereka agar
mereka tak menganggap aku sebagai pejabat yang sombong, sehingga aku tak harus
mengeluarkan uang banyak jika nanti putaran kedua, demikianlah yang akan kujalani
selama lima tahun dan yang paling penting adalah aku akan menunaikan apa yang
menjadi mimpiku selama ini..
Pertama, aku akan
mengangkat semua kawan-kawan baikku untuk menjadi staf penting terkhusus mereka
yang berjuang bersamaku dalam pemenanganku menjadi gubernur, tentu bagi mereka
yang Loyal akan mendapatkan jabatan yang paling istimewa, serta yang lain
pastinya akan mendapatkan jabatan yang tidak kalah pentingnya, sesuai dengan
bentuk perjuangannya, begitupun dengan keluargaku yang selama ini membantu baik
dalam bentuk materi dan tenaga, yang pasti ada tiga kepentingan yang harus
kucapai yakni, mempertahankan posisi sebagai gubernur, mencari jaringan dana
yang paling pamungkas serta menyingkirkan semua musuh-musuh, lawan politik dan
mereka-mereka yang menentang kebijakanku. Singkatnya aku akan dibiasakan untuk
membeli dan membayar semua bentuk loyalitas.
Kedua,aku akan
berhubungan baik dengan parlemen, maklum kedudukanku sangat tergantung dengan
respon mereka, Modalku ditangan mereka. hanya satu “duit”, dengan modal yang
banyak tentunya segala program-programku akan berjalan mulus bersama para
kontraktor yang selama ini mendanai kampanye dan deklarasi, sewaktu aku masih
calon, untuk memuluskan alur dana itu tentunya aku harus berbagi dengan mereka
para anggota Parlemen, yang terpenting mereka nyaman,kenyang dan aman, pokoknya
aku akan angkat staf khusus untuk memperhatikan segala kebutuhan anggota
parlemen tersebut, kebutuhan dirinya, anak, istri dan terutama partainya.
Ketiga aku harus
memiliki hubungan mendalam dengan para cukong, mereka yang bermasalah tapi banyak
uangnya, karena sekarang sedikit-sedikit kena tuduhan korupsi maka kuingin
hubungan dengan mereka harus dilindungi dan rahasia,peranan mereka sangat besar
dan kompleks, merekalah yang akan menjadi kasir dalam pemenuhan setiap
program-programku, untuk satu ini pula aku kubuat staf khusus, tentunya orang
kepercayaanku akan berhubungan langsung dengan dia, kecuali jika mereka adalah
penyumbang yang besar, singkatnya aku inginkan hubunganku dengan mereka lancar
tanpa mengganggu kedudukanku.
Keempat, aku akan
membina hubungan baik dengan Media, setiap program yang kujalankan harus
diliput di media, kalau perlu setiap langkaku harus bisa ditayangkan oleh
media, sengaja aku iklankan semua program-programku, tak ada program tanpa
iklan kalau perlu iklan lebih dulu baru program, Pertimbanganku sepele, rakyat
butuh dipuaskan mimpi-mimpinya. Ingin keadilan bukan dengan menangkap bandit
tapi membuat tayangan ‘seakan-akan’ hukum itu berjalan adil. Persisnya bikin
program sama halnya dengan membuat naskah drama. Harus ada aktor, skenario dan
adegan-adegan dramatik. Itu sebabnya yang kulakukan secepatnya adalah segera
mungkin untuk mencari pembuat iklan yang berbakat. Aku berencana membuat iklan
yang membuat tiap penontonya terpesona: silau oleh tayanganya hingga percaya
bahwa akulah Gubernur yang pertama dalam sejarah mampu memuaskan kebutuhan
mereka sehingga kemana-mana aku akan disanjung.
Kelima aku akan
terjung jika ada masalah, terjung artinya selalu ada disetiap ada bencana aku
yang akan lebih dulu datang dengan disorot kamera, aku harus tampil lebih
cepat, akupun harus tampak lebih sedih, dan sebisa mungkin mengeluarkan air
mata, kalau perlu tangisanku pun harus terdengar, simpatiku harus menular dan
secara spontan bantuan kuberikan. Dengan begitu aku akan tampak menjadi Gubernur
yang manusiawi, punya rasa belas kasihan dan naluri kepekaan. Rakyat butuh dan
merindukan sosok semacam itu, karena memang figur yang hebat bukan untuk
dihidupkan melainkan ditayangkan. Ringkasnya aku musti tampilkan diriku sebaik
mungkin dan pada saat ini banyak kesempatan untuk menampilkan itu. Musibah
adalah panggung raksasa yang bisa merekam semua adegan keprihatinan. Musibah
adalah tiket cepat untuk mengail simpati sekaligus popularitas.
Akhirnya tecapailah
semua keinginanku, kini aku bisa tinggal di perumahan dengan nyaman, tak perlu
dipedulikan soal kekayaan, sebelum jadi gubernur pun aku memiliki banyak
yayasan, yang paling penting saat ini adalah pengaruh, reputasi, dan Populer.
Pengarus terdapat dalam kebijakan-kebijakan politikku yang akan mempengaruhi
pundi-pundi yang ada dikantongku, liat saja akhir jabatan kekayaanku akan semakin bertambah, tidak lain
untuk persiapan dana putaran kedua kelak, reputasiku gak perlu cerdas, kritis
dan sok jagoan, yang terpenting adalah aku bisa aman dengan kedudukanku saat
ini, liat saja mereka yang sok jagoan dan kritis terhadap Negara jabatan yang
di embangnya tidak bertahan lama, bahkan kebanyakan dari mereka terbunuh tanpa
sebab, aku tak ingin seperti Munir, dan bapak Baharuddin Lopa yang tersingkir
karena keberaniannya. Populer dalam setiap kegiatan akupun harus tampil
terutama peresmian organisasi para pengusaha-pengusaha besar mendukung setiap
program mereka, begitupun ketika tampil dalam diskusi-diskusi mahasiswa aku
harus tampak serius dan tampil sebagai pembela mereka, tampak cerdas dan berani
agar mereka tahu akulah satu-satunya harapan mereka.
Kini saatnya aku
harus mengucapkan terima kasih, pertama aku harus berterima kasih kepada
partaiku, dan para partai pengusung merekalah
yang berjasa besar dalam kemenanganku, tentunya aku akan menjadi kasir dan juru
bayar atas segala keperluannya, keperluan utamanya adalah mengasuh kader,
memperbanyak pendukung dan mempersiapkan diri untuk pemenangan dalam pemilihan
selanjutnya, dan tak lupa program-programku kupercayakan kepada mereka dan
sesuai keinginan mereka. Kedua kucapkan terima kasih kepada para wartawan,
kawan partai atau reporter televise serta orang-orang yang selama ini setia
mendukungku, ketika terima kasih kepada Lembaga-lembaga yang berada di bawah
yayasanku, untuk itu setiap proposal yang mereka ajukan akan langsung diterima,
kalau perlu tanpa melalui bawahanku. Merekalah paranormal sesungguhnya, ucapan
dan pernyataannya menjadi arah keputusan politikku.
Kini saatnya aku
akan melaksanakan tugasku sebagai gubernur, yakni Rapat, pidato dan peresmian, Rapat
harus sesering mungkin diliput oleh media. Dalam rapat aku akan buka dengan
doa, , lalu memberi penjelasan, lalu instruksi, lalu bincang-bincang lalu doa
penutup. Akan kubuat rapat itu kegiatan paling sering dilakukan, Ringkasnya,
biarkan media memberi tahu kalau sebagai menteri aku bekerja terlampau keras.
Sesekali aku akan olesi mataku dengan salep biar kelihatan tak bisa tidur atau
tidur terlalu sedikit. Rakyat pastinya butuh tontonan seperti ini akar mereka
yakin bahwa akulah Gebernur terbaik pilihan mereka….
Artikel Terkait..:
Coretanku
- Refleksi Kemerdekaan (Menuju negara yang merdeka seutuhnya)
- Cara Sehat Bermain Facebook Di Bulan Ramadhan…
- Kebebasan itu..????
- JAKARTA inginkan Perubahan SUL-SEL Inginkan apa..???
- Tanggung Jawab Sosial (calon) Sarjana Hukum (Ditengah Maraknya Pemberitaan Kasus Hukum)
- KawandKu, Sudah Sarjana….
- GRASI UNTUK “CORBY” BUTUH TRANSPARANSI
- Sebuah Harapan untuk IPPS dalam mewujudkan Kebangkitan Peradilan
- Janji Pemabuk
- Pantai Tanjung Bira Tak Kalah Indah dengan Bali
- Status facebook bagus dan Lucu...
- Pedoman Penulisan Skripsi UIN Alauddin Makassar
- Kutulis (Tentang Kita) dalam Ingatan...
- Setujukah anda BBM Naik
- Cerita Menarik Calon Mahasiswa KKN…
- Ceritamu, Introspeksiku….
- Enak di tenggorokan, sengsara buat yang lain…
- Merasakan Kehadiranmu
- “Masa Depan Gerakan Mahasiswa?”
- TIPS MEMILIH PEMIMPIN (Untuk PEMILMA)
- Membangun (Kembali) Kesadaran Kritis Mahasiswa
- Masih Pake Cara Lama…. MIMPI….!!!!! (peringatan hari anti korupsi)
- Cara Menulis Artikel
- Awalnya Takut Pada Pengamen dan Menghormati Pejabat