Kawan, tahu tidak iklan provider bertajuk ‘alwaysOn’
yang belakangan ini sering tampil di TV, dalam iklan itu terdapat dua versi
iklan yang berbeda yang satu seorang gadis muda dan satunya lagi adalah seorang
cowo namun keduanya sama – sama mempertanyakan
tentang kebebasan..
Dari pertama ngeliat hingga saat tulisan ini mulai
terangkai, Iklan tersebut menjadi salah satu iklan favoritku loh.. bagaimana
tidak awal muncul iklan tersebut saya langsung suka isi pesannya sampai- sampai
saya harus mencarinya di youtube, dan menontonnya beberapa kali agar bisa lebih
paham akan maksud dari pesan iklan tersebut, maklum.. ku orangnya lambat
loading.. hehehe..
Dalam Versi Cewe : Bebas itu Nyata
Kebebasan itu omong kosong.
1. Kebebasan itu ilusi.
Katanya urusan jodoh sepenuhnya ada di tanganku, asalkan sesuku, kalau bisa kaya, pendidikan tinggi, dari keluarga baik-baik.
2. Kebebasan itu aneh.
Katanya aku bebas berekspresi, tapi selama rok, masih di bawah lutut.
3. Kebebasan itu palsu.
Katanya hidup ini singkat, mumpung masih muda nikmati sepuasnya. Asal, jangan lewat dari jam 10 malam.
Katanya zaman sekarang pilihan itu tidak ada batasnya, selama mengikuti pilihan yang ada. Think Again!
Sedang dalam Versi Cowo: Bebas itu Nyata
Kebebasan itu omong kosong.
1. Kebebasan itu Lucu.
Katanya bebas berteman dengan siapa aja, asal orangtua suka.
2. Kebebasan itu Fantasi.
Katanya urusan jodoh sepenuhnya ada di tangan, asalkan dari keluarga terpandang. Ga Cuma cantik, tapi juga santun, berpendidikan.
3. Kebebasan itu teori.
Katanya jadi laki-laki itu jangan pernah takut gagah, tapi juga jangan bodoh untuk ambil resiko. Mendingan kerja dulu cari pengalaman.
Katanya zaman sekarang pilihan itu ga ada batasnya, selama mengikuti pilihan yang ada. Think Again!
Terlepas dari adanya
promosi tentang sebuah kartu yang pernah mengusung slogan “mau..??” tersebut ,
tapi secara tidak langsung ada pesan moral tersendiri yang disampaikan iklan
tersebut tentang arti kebebasan, Dari iklan tersebut saya mencoba memahami
bahwa kita tidak akan pernah mendapatkan kebebasan yang seutuhnya. Mungkin
karena kita tidak hidup sendiri, sehingga masih ada keluarga, keluarga,
sahabat, kekasih, teman, dan lingkungan yang harus kita jaga perasaannya.
Selain itu, mungkin kita tidak akan mendapatkan kebebasan seutuhnya karena ada
hak-hak orang lain yang harus kita jaga dan tidak bisa dilanggar
So? Silahkan berbuatlah
sesukamu selama kamu masih bisa jamin hak-hak orang lain. Termasuk hak diri sendiri.
Toh, aturan-aturan yang ada apalagi Agama sebenarnya kan buat kebaikan kita
juga. Kalau mau berpikir sedikit lebih visioner pasti ada ko esensi yang bisa
kita dapet dari tiap aturan itu..
Artikel Terkait..:
Coretanku
- Aku Jadi Gubernur…..
- Refleksi Kemerdekaan (Menuju negara yang merdeka seutuhnya)
- Cara Sehat Bermain Facebook Di Bulan Ramadhan…
- JAKARTA inginkan Perubahan SUL-SEL Inginkan apa..???
- Tanggung Jawab Sosial (calon) Sarjana Hukum (Ditengah Maraknya Pemberitaan Kasus Hukum)
- KawandKu, Sudah Sarjana….
- GRASI UNTUK “CORBY” BUTUH TRANSPARANSI
- Sebuah Harapan untuk IPPS dalam mewujudkan Kebangkitan Peradilan
- Janji Pemabuk
- Pantai Tanjung Bira Tak Kalah Indah dengan Bali
- Status facebook bagus dan Lucu...
- Pedoman Penulisan Skripsi UIN Alauddin Makassar
- Kutulis (Tentang Kita) dalam Ingatan...
- Setujukah anda BBM Naik
- Cerita Menarik Calon Mahasiswa KKN…
- Ceritamu, Introspeksiku….
- Enak di tenggorokan, sengsara buat yang lain…
- Merasakan Kehadiranmu
- “Masa Depan Gerakan Mahasiswa?”
- TIPS MEMILIH PEMIMPIN (Untuk PEMILMA)
- Membangun (Kembali) Kesadaran Kritis Mahasiswa
- Masih Pake Cara Lama…. MIMPI….!!!!! (peringatan hari anti korupsi)
- Cara Menulis Artikel
- Awalnya Takut Pada Pengamen dan Menghormati Pejabat